Langsung ke konten utama

DILEMA DI UJUNG #Melipatdusku 1

 #pilihanpenting

#Melipatdusku_Dibalik


DILEMA DI UJUNG


Dilema menunggu, sering terdengar membosankan

Hingga lama waktu dipertemukan

Gejolak resah terpancarkan

Kukuh ditahan

Penantian


Rentang masa mengundang riskan

Dahsyat pesona ikatan

Juga rentan

Godaan


Meskipun hanya bualan

Suara parau

Mengacau


Bila bersanding

Pilihan


PENTING


DILEMA DI UJUNG Penantian, Godaan Rentan Mengacau Pilihan PENTING


Fafa, Tuban, 18-12-18


[Melipatdusku adalah jenis puisi kontemporer Indonesia berjumlah 5 bait. Dicetuskan oleh Ayah Yoga Sultan Basa Nanmulie seorang penggiat literasi khususnya di bidang puisi. Beliau aktif di KBM (Komunitas Bisa Menulis), dan juga pernah meramaikan grup KPFI (Komunitas Penulis Facebook Indonesia) bersama Fafa Jamilea.

Puisi ini berpola 5 (lima), 4 (empat), 3 (tiga), 2 (dua), 1 (satu).

Bait pertama: 5, 4, 3, 2, 1 kata

Bait kedua: 4, 3, 2, 1 kata

Bait ketiga: 3, 2, 1 kata

Bait keempat: 2, 1 kata

Bait terakhir: 1 kata

Yang mana, JUDUL dan setiap ujung bait harus berupa kata bermakna yang bisa digabungkan menjadi sebuah kalimat kesimpulan setelah akhir bait.

Yang saya ingat kurang lebihnya seperti ini. Jika kurang tepat, atau kurang jelas boleh ditanyakan langsung ke Ayah Yoga. Saya sudah 5 tahun tidak kontak dengan beliau lagi. Dan catatan materi Melipatdusku sudah menghilang. Sekian terima kasih 😚]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilu di Persimpangan

  Pilu di Persimpangan By : Fafa Jamilea Selalu malam yang kurindu Sejak dua purnama lalu Demikian janjimu Agar kita kembali bersatu Di sini kumampu merebah luka Sampai batas menghirup setetes asa Sambil mencerna walau masih belia Apa dosa yang kureka Gemintang menelisik kelam manja Terseok menuju persimpangan kota Langkah berat penuh tenaga Menjemput asaku dengan segera Hanya pekik histeris yang kuramu Menemui raga serupaku Yang bersimbah merah tercecer sayu Seketika lenguh menyerang kalbu *** Tuban, 31 Oktober 2018 Fa | Pecinta dunia fiksi *Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku ARAH YANG BERBEDA* (Kayaknya ini puisi pertamaku sejak hobi ikut event deh, ah lupaa. Sepertinya iya. Pertamaa, karya pertamaaa dengan nama pena akyu yang imyut lucyu manjahhh Fafaa)

DAPATKAH?

Oleh : Fafa Jamilea Judul : Dapatkah? Jika langit sering menumpahkan hujan lari Bila bulan juga menghalangi Bintang pun tak mampu bekerlip kembali Di mana aku bisa melihat rasimu lagi Yang kutahu, jodoh cerminan diri Seiring waktu, tak semua hal kita sepakati Aku, sibuk menjelajahi Egomu tak kunjung menyadari Tentang rasa yang mulai pasai Tentang hasrat yang perlahan basi Tentang cinta yang kian mendekati mati Bangkitkan dengan sebuah nurani Kamu, dapatkah mengerti? Aku yang ingin dihargai Mampukah sebagai suami Walau satu abad harus kunanti Tuban, 05 Januari 2019 (Puisi ini masuk di NOVEL nya ANNA NOERHASANAH dengan judul CERMIN) Awal mulanya Mbak Anna asal Malang yang imut comel itu mau launching novel, maka beliau mengadakan event puisi bertemakan sesuai isi novel. Aku sebenarnya gak minat ikut, tapi karena aku dekat dengan beliau, aku buat lah. Dan jurinya gak main-main loh. Yaitu Ibuk Nei Mar terkenal senior literasi di KBM. Aku ga nyangka ternyata juri memilih puisiku sebagai pem...

Kotak Kenangan

 Judul : Kotak Kenangan Oleh : Fafa Jamilea Di bangunan gubuk sepetak Tercipta harmoni yang semerbak Saling menjaga kontak Damai walau sesak Pagi beranjak Menuju jalan setapak Hendak bersenang di batang tak beriak Siang menjelang, asyik bermain congklak Bila malam mulai menginjak Bersiap menyalakan lampu minyak Riuh suara katak Menjelma hiburan setiap detak Sekarang, hanya berbekas jejak Memungut kenangan yang berserak  Ditulis pada sebait sajak Masuk ke dalam sebuah kotak Tuban, 28 Desember 2018 (Aaah Fafa rindu masa kecil. Maen-maen ke kampung etan. Naik turun gampeng. Nyebur kali, 'ngundoh' buah nangka sama Pak'e. Nanem pohon jati dan turi.... Uuuh. Semoga Allah berikan nikmat kubur buat Pak'e...)