Langsung ke konten utama

Lelakiku

Lelakiku


Sewaktu senja memunculkan jingga

Berteman debur ombak kehangatan

Kupandang insan berparas rupawan

Melambai menembus palung sukma


Janat sangat tampang seorang nan menawan

terpahat sempurna cipta Sang Kuasa

Meruntuhkan kokoh benteng pertahanan

Hingga remuk tercecer entah kemana


Si rupa tampan sebening pualam

Tiuplah jejak gores sayatan masa lalu

Kita ukir pengharapan baru mengangkasa syahdu

Menerobos ribuan kenangan kelam


Bersama derap langkah mengiringi

Ritme perjalanan asmara bermacam aroma

Melati dan kenanga bersanding setia

Memeluk hangat para jiwa yang sepi


Luka lama akan segera lenyap

Kauusap dengan kecupan lembut

Sebagai kenangan tiada menguap

Juga uluran tangan yang menyambut


25 Desember 2018


*Event bukunya RINI DEVIANA*

Tema : #Lelaki_Penyembuh_Luka


(Kayaknya ini gak masuk nominasi apalagi antologi deh. But no matter... god job, Fafa!!!

Oh yaaa... Dari event ini aku baru tau ternyata salah satu jurinya adalah Elang. Dia tetanggaku. Orang Lajo. Ahahha. Dunia sungguh sempit... kami belum sempat ketemuan, aku keburu merantau. Kayaknya dia juga merantau. Elang aja tau rumahku yang bercat coklat di tepi sawah. Pasti dia juga sering melintasi jalan Lajo-Bangilan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aroma Embun Rindu

Judul : Aroma Embun Rindu; Menyambut Janji Di waktu sejuk pertemukan rasa Kau tampak anggun berpoles warna Embun pagi bergelantung manja Pandang terpaut hingga leka Lukis paras menawan membelai netra Memancing jenak luapan asmara Hasrat melambung memecah sanga Ku bawa rengkuh laksana surga Ranum kuncup serta buahnya Hirup sedalam raga belanga Kasih, sipu malu tampak berkuasa Lengkungan senyum berpendar cahaya Semerbak harum lili casablanca Rapatkan hangat tak terencana Hingga ufuk merah membentang cakrawala Janji bertuah sehidup selaksa *** -Fafa- Tuban, 8 November 2018 Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku EKSTENSI EMBUN

Petrichor

 -Petrichor- Lenyapmu memunculkan aroma baru Seperti aroma hujan di bulan lalu Hilangmu yang tak berbekas Mendadak aku dibuat kebas Sedangkan kuncup pun tak jadi bermekaran Dia mulai memahami tuannya Demi menantimu kembali Dia pandai menyalahi takdir Seperti kamu Bulan ini juga masih sama Aku hanya berdua dengan petrichor senja -Fafa- Tuban, 01 Februari 2019, 24.00

Akrostik depan ajjah

Apakah suatu saat kita akan saling merasa memiliki Sayang, kita tak diperkenankan menerka takdir yang terjadi kelak. Yang kutahu, romansa ini benar-benar nyata. Hanya menjalani kebahagian yang singgah sejenak di depan mata. Adakah kamu berpikir demikian? Rasa yang sungguh membuatku dilema, kadang rindu tapi juga ragu. "Ini hanya sementara," yakinku seperti biasa, jadi aku akan membuatmu membenciku. Enggan membuat hati menetap dalam satu tempat, aku menyerah. -Fafa, 2020-