Langsung ke konten utama

KARMIN

 Judul : KARMIN

Oleh : Fafa Jamilea


Tapak demi setapak beradu jalan berbatuan 

Tanpa alas membelah rerimbunan

Tiba di ujung hutan perbatasan

Bersobok langkah dengan teman sepermainan


Demi apa sepagian?

Temu Kunci di awal penghujan

"Sebelum ramban ilmu, mari ramban sayuran."

Bergerombol mencabut bakal hidangan


Bersenda-senda tentang cita-cita kawan

Dari polwan hingga pemadam kebakaran

Semua disebutkan

Karmin diam, suara tertahan


Ada apakah gerangan?

Walau sekadar bualan, tak mampu dilontarkan

Selang kelaluan

Misteri sahabat sepanjang zaman



Tuban, 13 Februari 2019


Catatan:

Sayur Temu Kunci memiliki nama latin Boesenbergia Rotunda merupakan jenis rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai bumbu pada sajian kuliner di Asia Tenggara. Kalau di Indonesia, biasa tumbuh di awal musim penghujan di kawasan hutan.


Puisi ini masuk antologi buku Rinai Hujan sebuku dengan Sapardi Djoko Damono




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aroma Embun Rindu

Judul : Aroma Embun Rindu; Menyambut Janji Di waktu sejuk pertemukan rasa Kau tampak anggun berpoles warna Embun pagi bergelantung manja Pandang terpaut hingga leka Lukis paras menawan membelai netra Memancing jenak luapan asmara Hasrat melambung memecah sanga Ku bawa rengkuh laksana surga Ranum kuncup serta buahnya Hirup sedalam raga belanga Kasih, sipu malu tampak berkuasa Lengkungan senyum berpendar cahaya Semerbak harum lili casablanca Rapatkan hangat tak terencana Hingga ufuk merah membentang cakrawala Janji bertuah sehidup selaksa *** -Fafa- Tuban, 8 November 2018 Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku EKSTENSI EMBUN

Petrichor

 -Petrichor- Lenyapmu memunculkan aroma baru Seperti aroma hujan di bulan lalu Hilangmu yang tak berbekas Mendadak aku dibuat kebas Sedangkan kuncup pun tak jadi bermekaran Dia mulai memahami tuannya Demi menantimu kembali Dia pandai menyalahi takdir Seperti kamu Bulan ini juga masih sama Aku hanya berdua dengan petrichor senja -Fafa- Tuban, 01 Februari 2019, 24.00

Akrostik depan ajjah

Apakah suatu saat kita akan saling merasa memiliki Sayang, kita tak diperkenankan menerka takdir yang terjadi kelak. Yang kutahu, romansa ini benar-benar nyata. Hanya menjalani kebahagian yang singgah sejenak di depan mata. Adakah kamu berpikir demikian? Rasa yang sungguh membuatku dilema, kadang rindu tapi juga ragu. "Ini hanya sementara," yakinku seperti biasa, jadi aku akan membuatmu membenciku. Enggan membuat hati menetap dalam satu tempat, aku menyerah. -Fafa, 2020-