Fajarku selalu hilang Senjaku pun tak pernah nampak Tentang kalian fajar dan senja Haruskah ku berlutut dan bersujud Hentikan dengung risaumu Saat kesepian melanda takdir Bila sudah permainkan cahaya Gila akal tertambat hati Warnamu lembut memikat Kupeluk hanya batas ilusi Ungkap hamparan puisi derita Sebelum ungkau menyambarmu Luap emosi yang tertahan Membuat bisul di kelenjar daging Hanya kau fajarku merekah Mengikuti senja berbisik ramah Menanti insaf hinggap berdamba rindu Oleh : Indah Fatin