IKHLAS
Kepada kodok yang sedang bernyanyi bersahutan ikut meramaikan pekat petang dibalut gerimis petir.
Kepada dahan melinjo yang bahagia bergoyang mengikuti arah paduan metrum angin.
Kepada primadona malam yang sedang enggan menampakkan seraut rupa kerlipnya.
Kepada jalanan kampung bercampur lumpur terpampang syahdu dengan lubang kiri dan kanan sejauh pengamatan.
Perlu kuwartakan kepada kalian, sejak saat ini hingga dua purnama mendatang, bakti ikrar terucap secara lahir juga batin, mengabdi bersimpuh untukmu.
Sungguh hiasan kelabu yang menggoda insan bersembunyi dalam lembap gulita berteman rindu.
Apalah arti kuota, di pedesaan terpencil tanpa signal. Hempaskan gadget, ikhlas bertaruh tenaga demi apa?
*Fafa, Tuban, 17-12-18*
(tulisan ini terbit karena aku terkenang suasana Bjn pada tahun 2016. Ketika itu aku sedang KKN di Desa Nglajang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur :)
Komentar
Posting Komentar