Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Cerita Fajar dan Senja

Fajarku selalu hilang Senjaku pun tak pernah nampak Tentang kalian fajar dan senja Haruskah ku berlutut dan bersujud Hentikan dengung risaumu Saat kesepian melanda takdir Bila sudah permainkan cahaya Gila akal tertambat hati Warnamu lembut memikat Kupeluk hanya batas ilusi Ungkap hamparan puisi derita Sebelum ungkau menyambarmu Luap emosi yang tertahan Membuat bisul di kelenjar daging Hanya kau  fajarku merekah Mengikuti senja berbisik ramah Menanti insaf hinggap berdamba rindu Oleh : Indah Fatin

Luka Sahabat

Atas nama hujan sanggup pecahkan kemesraan kita Sebelum air hujan meresap sampai ke dasar bumi, Aku ingin menanyakan apa arti hidupmu untuk dirimu sendiri Bukan untukku bukan untuknya Saat air hujan menjamah pangkal batin yang masih dikecewakan, Aku ingin bertanya bisakah jika waktu itu kita anggap jarum jam sedang berhenti Sehingga kita tak pernah melewatinya Jika boleh aku meminjam ucapan Ada Band Sungguh tak ada yang salah hanya aku manusia bodoh Harus bagaimana lagi agar penyesalanku ini kau anggap berarti Ungkap semua yang masih kaupendam di hatimu Inilah aku di depan mukamu Tak ada secuil niat pun tuk menyakitimu 'Simpan lara dalam hati', saat kau berkata demikian Kalimat itu yang sangat ingin kupercaya darimu, tentangmu Tapi apa nyata, kau tak sungguh-sungguh menyimpannya Aku harus bagaimana lagi Hentikan...hentikan... jika kau memang benar-benar memaafkanku Teruskan jika kau memang ingin kita harus berpisah Sampai mana dan sampai kapan kau mampu ...