Langsung ke konten utama

Aroma Embun Rindu

Judul : Aroma Embun Rindu; Menyambut Janji


Di waktu sejuk pertemukan rasa

Kau tampak anggun berpoles warna

Embun pagi bergelantung manja

Pandang terpaut hingga leka


Lukis paras menawan membelai netra

Memancing jenak luapan asmara

Hasrat melambung memecah sanga

Ku bawa rengkuh laksana surga


Ranum kuncup serta buahnya

Hirup sedalam raga belanga

Kasih, sipu malu tampak berkuasa

Lengkungan senyum berpendar cahaya


Semerbak harum lili casablanca

Rapatkan hangat tak terencana

Hingga ufuk merah membentang cakrawala

Janji bertuah sehidup selaksa


***

-Fafa-

Tuban, 8 November 2018


Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku EKSTENSI EMBUN



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petrichor

 -Petrichor- Lenyapmu memunculkan aroma baru Seperti aroma hujan di bulan lalu Hilangmu yang tak berbekas Mendadak aku dibuat kebas Sedangkan kuncup pun tak jadi bermekaran Dia mulai memahami tuannya Demi menantimu kembali Dia pandai menyalahi takdir Seperti kamu Bulan ini juga masih sama Aku hanya berdua dengan petrichor senja -Fafa- Tuban, 01 Februari 2019, 24.00

Akrostik depan ajjah

Apakah suatu saat kita akan saling merasa memiliki Sayang, kita tak diperkenankan menerka takdir yang terjadi kelak. Yang kutahu, romansa ini benar-benar nyata. Hanya menjalani kebahagian yang singgah sejenak di depan mata. Adakah kamu berpikir demikian? Rasa yang sungguh membuatku dilema, kadang rindu tapi juga ragu. "Ini hanya sementara," yakinku seperti biasa, jadi aku akan membuatmu membenciku. Enggan membuat hati menetap dalam satu tempat, aku menyerah. -Fafa, 2020-