Langsung ke konten utama

DAPATKAH?


Oleh : Fafa Jamilea

Judul : Dapatkah?


Jika langit sering menumpahkan hujan lari

Bila bulan juga menghalangi

Bintang pun tak mampu bekerlip kembali

Di mana aku bisa melihat rasimu lagi


Yang kutahu, jodoh cerminan diri

Seiring waktu, tak semua hal kita sepakati

Aku, sibuk menjelajahi

Egomu tak kunjung menyadari


Tentang rasa yang mulai pasai

Tentang hasrat yang perlahan basi

Tentang cinta yang kian mendekati mati

Bangkitkan dengan sebuah nurani


Kamu, dapatkah mengerti?

Aku yang ingin dihargai

Mampukah sebagai suami

Walau satu abad harus kunanti


Tuban, 05 Januari 2019


(Puisi ini masuk di NOVEL nya ANNA NOERHASANAH dengan judul CERMIN)

Awal mulanya Mbak Anna asal Malang yang imut comel itu mau launching novel, maka beliau mengadakan event puisi bertemakan sesuai isi novel. Aku sebenarnya gak minat ikut, tapi karena aku dekat dengan beliau, aku buat lah. Dan jurinya gak main-main loh. Yaitu Ibuk Nei Mar terkenal senior literasi di KBM. Aku ga nyangka ternyata juri memilih puisiku sebagai pemenang dan dicantumkan di belakang novel Mbak Anna. Otomatis aku dapat reward dong. Aku lupa rewardnya apa. Pokok dikirimin bareng novel ke rumahkuuu. Thank you Mbak Anna. Semoga sehat-sehat dan bahagia selalu ya.)

#Event_Puisi_Anna


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilu di Persimpangan

  Pilu di Persimpangan By : Fafa Jamilea Selalu malam yang kurindu Sejak dua purnama lalu Demikian janjimu Agar kita kembali bersatu Di sini kumampu merebah luka Sampai batas menghirup setetes asa Sambil mencerna walau masih belia Apa dosa yang kureka Gemintang menelisik kelam manja Terseok menuju persimpangan kota Langkah berat penuh tenaga Menjemput asaku dengan segera Hanya pekik histeris yang kuramu Menemui raga serupaku Yang bersimbah merah tercecer sayu Seketika lenguh menyerang kalbu *** Tuban, 31 Oktober 2018 Fa | Pecinta dunia fiksi *Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku ARAH YANG BERBEDA* (Kayaknya ini puisi pertamaku sejak hobi ikut event deh, ah lupaa. Sepertinya iya. Pertamaa, karya pertamaaa dengan nama pena akyu yang imyut lucyu manjahhh Fafaa)

Kotak Kenangan

 Judul : Kotak Kenangan Oleh : Fafa Jamilea Di bangunan gubuk sepetak Tercipta harmoni yang semerbak Saling menjaga kontak Damai walau sesak Pagi beranjak Menuju jalan setapak Hendak bersenang di batang tak beriak Siang menjelang, asyik bermain congklak Bila malam mulai menginjak Bersiap menyalakan lampu minyak Riuh suara katak Menjelma hiburan setiap detak Sekarang, hanya berbekas jejak Memungut kenangan yang berserak  Ditulis pada sebait sajak Masuk ke dalam sebuah kotak Tuban, 28 Desember 2018 (Aaah Fafa rindu masa kecil. Maen-maen ke kampung etan. Naik turun gampeng. Nyebur kali, 'ngundoh' buah nangka sama Pak'e. Nanem pohon jati dan turi.... Uuuh. Semoga Allah berikan nikmat kubur buat Pak'e...)