Atas nama hujan sanggup pecahkan kemesraan kita
Sebelum air hujan meresap sampai ke dasar bumi,
Aku ingin menanyakan apa arti hidupmu untuk dirimu sendiri
Bukan untukku bukan untuknya
Saat air hujan menjamah pangkal batin yang masih dikecewakan,
Aku ingin bertanya bisakah jika waktu itu kita anggap jarum jam sedang berhenti
Sehingga kita tak pernah melewatinya
Jika boleh aku meminjam ucapan Ada Band
Sungguh tak ada yang salah hanya aku manusia bodoh
Harus bagaimana lagi agar penyesalanku ini kau anggap berarti
Ungkap semua yang masih kaupendam di hatimu
Inilah aku di depan mukamu
Tak ada secuil niat pun tuk menyakitimu
'Simpan lara dalam hati', saat kau berkata demikian
Kalimat itu yang sangat ingin kupercaya darimu, tentangmu
Tapi apa nyata, kau tak sungguh-sungguh menyimpannya
Aku harus bagaimana lagi
Hentikan...hentikan... jika kau memang benar-benar memaafkanku
Teruskan jika kau memang ingin kita harus berpisah
Sampai mana dan sampai kapan kau mampu melakukan kepura-puraan ini
Ini aku di depanmu
Bicara padaku dengan lantang
Tak perlu kau tampakkan raut bahagia dengan senyum palsumu
Sebelum air hujan meresap sampai ke dasar bumi,
Aku ingin menanyakan apa arti hidupmu untuk dirimu sendiri
Bukan untukku bukan untuknya
Saat air hujan menjamah pangkal batin yang masih dikecewakan,
Aku ingin bertanya bisakah jika waktu itu kita anggap jarum jam sedang berhenti
Sehingga kita tak pernah melewatinya
Jika boleh aku meminjam ucapan Ada Band
Sungguh tak ada yang salah hanya aku manusia bodoh
Harus bagaimana lagi agar penyesalanku ini kau anggap berarti
Ungkap semua yang masih kaupendam di hatimu
Inilah aku di depan mukamu
Tak ada secuil niat pun tuk menyakitimu
'Simpan lara dalam hati', saat kau berkata demikian
Kalimat itu yang sangat ingin kupercaya darimu, tentangmu
Tapi apa nyata, kau tak sungguh-sungguh menyimpannya
Aku harus bagaimana lagi
Hentikan...hentikan... jika kau memang benar-benar memaafkanku
Teruskan jika kau memang ingin kita harus berpisah
Sampai mana dan sampai kapan kau mampu melakukan kepura-puraan ini
Ini aku di depanmu
Bicara padaku dengan lantang
Tak perlu kau tampakkan raut bahagia dengan senyum palsumu
Aku yang sangat mengerti makna sumbing bibirmu bahwa
'kau masih sakit', 'kau tak ingin kita tercerai'
Tapi aku ingin berkata;
'Bisakah kita berjalan di atas jalan masing-masing?'
Jika kau masih berjalan seperti itu
Aku pikir kau juga tahu betapa sering pula aku disakiti olehmu
Kau tak kan pernah tahu sampai kapanpun
Dan aku tak mungkin tega memberitahumu
Masihkah mengira kau satu-satunya yang tersakiti di dunia kita?
Anggap saja kau memang satu-satunya
Agar aku tak banyak mengungkap
1...2...3... masih ada yang keempat
Jika memang ini belum selesai,
Selesaikanlah sekarang juga, Di depanku
Kau tahu?
Berapa berat aku menanggungnya
Dan sangat sukses kau buatku memiliki beban mental
Akan keraguan arti persahabatan
Aku pikir kau juga tahu betapa sering pula aku disakiti olehmu
Kau tak kan pernah tahu sampai kapanpun
Dan aku tak mungkin tega memberitahumu
Masihkah mengira kau satu-satunya yang tersakiti di dunia kita?
Anggap saja kau memang satu-satunya
Agar aku tak banyak mengungkap
1...2...3... masih ada yang keempat
Jika memang ini belum selesai,
Selesaikanlah sekarang juga, Di depanku
Kau tahu?
Berapa berat aku menanggungnya
Dan sangat sukses kau buatku memiliki beban mental
Akan keraguan arti persahabatan
Oleh: Indah Fatin S.
Surabaya, 2016
Ini aku tulis ketika persahabatan kami hampir terberai.
Komentar
Posting Komentar