Langsung ke konten utama

Cerita Fajar dan Senja

Fajarku selalu hilang
Senjaku pun tak pernah nampak

Tentang kalian fajar dan senja
Haruskah ku berlutut dan bersujud
Hentikan dengung risaumu
Saat kesepian melanda takdir
Bila sudah permainkan cahaya
Gila akal tertambat hati

Warnamu lembut memikat
Kupeluk hanya batas ilusi
Ungkap hamparan puisi derita
Sebelum ungkau menyambarmu

Luap emosi yang tertahan
Membuat bisul di kelenjar daging
Hanya kau  fajarku merekah
Mengikuti senja berbisik ramah
Menanti insaf hinggap berdamba rindu

Oleh : Indah Fatin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aroma Embun Rindu

Judul : Aroma Embun Rindu; Menyambut Janji Di waktu sejuk pertemukan rasa Kau tampak anggun berpoles warna Embun pagi bergelantung manja Pandang terpaut hingga leka Lukis paras menawan membelai netra Memancing jenak luapan asmara Hasrat melambung memecah sanga Ku bawa rengkuh laksana surga Ranum kuncup serta buahnya Hirup sedalam raga belanga Kasih, sipu malu tampak berkuasa Lengkungan senyum berpendar cahaya Semerbak harum lili casablanca Rapatkan hangat tak terencana Hingga ufuk merah membentang cakrawala Janji bertuah sehidup selaksa *** -Fafa- Tuban, 8 November 2018 Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku EKSTENSI EMBUN

Petrichor

 -Petrichor- Lenyapmu memunculkan aroma baru Seperti aroma hujan di bulan lalu Hilangmu yang tak berbekas Mendadak aku dibuat kebas Sedangkan kuncup pun tak jadi bermekaran Dia mulai memahami tuannya Demi menantimu kembali Dia pandai menyalahi takdir Seperti kamu Bulan ini juga masih sama Aku hanya berdua dengan petrichor senja -Fafa- Tuban, 01 Februari 2019, 24.00

Akrostik depan ajjah

Apakah suatu saat kita akan saling merasa memiliki Sayang, kita tak diperkenankan menerka takdir yang terjadi kelak. Yang kutahu, romansa ini benar-benar nyata. Hanya menjalani kebahagian yang singgah sejenak di depan mata. Adakah kamu berpikir demikian? Rasa yang sungguh membuatku dilema, kadang rindu tapi juga ragu. "Ini hanya sementara," yakinku seperti biasa, jadi aku akan membuatmu membenciku. Enggan membuat hati menetap dalam satu tempat, aku menyerah. -Fafa, 2020-