Sudah kali kedua ini kau kehilangan keceriaan
Berarti kau sudah menginjak puber atau menuju usia dewasa ?
Awal pertama memang kami sempat mencurigai rumah keduamu
Bahkan saat ini pun aku masih mengira bahwa itu karena masa lalumu
Lalu aku berusaha menepis sekuat tenaga agar tak menyalahkan siapapun, apalagi orang yang kausegani
Ternyata bukan (mudah-mudahan saja bukan), bukan karena lingkunganmu yang terlalu asyik
Sedangkan kau tak suka asyik sama sekali
Tapi sungguh kau yang berbeda
Aku yang sangat mengetahui kalau kau memang berbeda
Aku yang sangat memahami diammu
Aku yang sangat mengasihimu kala kaujenuh
Aku yang sangat kaurindukan ketika kita lama tak bertemu
Aku yang sangat sering meluangkan waktu untuk mendengar cerita lamamu, entah itu fakta atau dongeng aku hanya mendengar
Aku yang masih ingat dongengmu di masa lampau padahal sudah bertahan berapa tahun sejak kau mulai berontak
Dan aku yang sangat pura-pura belum pernah mendengar suatu hal, padahal sudah berapa kali kau menceritakan itu
Aku yang sangat bahagia ketika kau tersenyum, karena aku tau kau tidak suka senyuman
Kau memang sungguh berbeda
Kau diam tak berarti marah, kau hanya bosan
Kadang kaugiat kadang juga tak melakukan apa-apa
Tapi lebih banyak diam karena memang kau tak punya kewajiban
Kau menuntut agar semua orang memahamimu
Nyatanya sering, kau dihiraukan tapi kau yang ingin dibiarkan
Sudahlah...selamanya kita tak akan pernah memahami maksudmu
Hingga kau semprotkan angan-anganmu yang justru merepotkan, seperti sekarang ini dan 3 tahun silam..
Harapanku hanya inginkan kau cepat pulih tapi jangan seperti dulu yang hanya berdiam diri. setelah pulih, harusnya kau punya tujuan hidup...
Hanya Rindukan Ceriamu seperti kita masih kanak-kanak...
Oleh : Indah Fatin
Berarti kau sudah menginjak puber atau menuju usia dewasa ?
Awal pertama memang kami sempat mencurigai rumah keduamu
Bahkan saat ini pun aku masih mengira bahwa itu karena masa lalumu
Lalu aku berusaha menepis sekuat tenaga agar tak menyalahkan siapapun, apalagi orang yang kausegani
Ternyata bukan (mudah-mudahan saja bukan), bukan karena lingkunganmu yang terlalu asyik
Sedangkan kau tak suka asyik sama sekali
Tapi sungguh kau yang berbeda
Aku yang sangat mengetahui kalau kau memang berbeda
Aku yang sangat memahami diammu
Aku yang sangat mengasihimu kala kaujenuh
Aku yang sangat kaurindukan ketika kita lama tak bertemu
Aku yang sangat sering meluangkan waktu untuk mendengar cerita lamamu, entah itu fakta atau dongeng aku hanya mendengar
Aku yang masih ingat dongengmu di masa lampau padahal sudah bertahan berapa tahun sejak kau mulai berontak
Dan aku yang sangat pura-pura belum pernah mendengar suatu hal, padahal sudah berapa kali kau menceritakan itu
Aku yang sangat bahagia ketika kau tersenyum, karena aku tau kau tidak suka senyuman
Kau memang sungguh berbeda
Kau diam tak berarti marah, kau hanya bosan
Kadang kaugiat kadang juga tak melakukan apa-apa
Tapi lebih banyak diam karena memang kau tak punya kewajiban
Kau menuntut agar semua orang memahamimu
Nyatanya sering, kau dihiraukan tapi kau yang ingin dibiarkan
Sudahlah...selamanya kita tak akan pernah memahami maksudmu
Hingga kau semprotkan angan-anganmu yang justru merepotkan, seperti sekarang ini dan 3 tahun silam..
Harapanku hanya inginkan kau cepat pulih tapi jangan seperti dulu yang hanya berdiam diri. setelah pulih, harusnya kau punya tujuan hidup...
Hanya Rindukan Ceriamu seperti kita masih kanak-kanak...
Oleh : Indah Fatin
(Ini cerita tentang adekku yang specialll.... I love him so much)
Komentar
Posting Komentar