Langsung ke konten utama

Surat Tersembunyi



Jarak tak memisahkan kita untuk saling melupa
Komunikasi tak seharusnya ditiadakan oleh keegoisan
Tali informasi sangat sulit untuk kita ikat
Seberapapun banyak kehampaan akan kabar,
Menjadikan kita saling menjauh

Kekhawatiran hanya akan mengundang kegelisahan
Rasa gengsi juga berdampak saling mengintai

Kau tak mungkin mengingat
Bahwa kita pernah saling memasuki rongga nafas
Hal yang nyata saat kau tak lagi merespon
  
Kau juga tak kan pernah merasa dirindukan
Hanya menggali sedalam jengkal cerita yang dapat diperbuat


Indah Fatin S.
Surabaya, 2014

(2025 said: Sepertinya waktu nulis ini, aku sedang merindukan seseorang yang pernah dekat. Aku inget kalau pernah menjalin hubungan dengan seseadik. Hubungan kakak-adik.

Entah bagaimana sekarang kabar adikku satu ini... Setelah tamat pondok -- ah dia ga lanjut Aliyah -- Hanya sampai MTs saja. Lalu, pindah di sekolah Bojonegoro. Aku kurang paham di SMA atau Aliyah.

Kudengar kabar, orang tuanya bercerai. Lalu pernah lihat di foto profil FB masa SMA nya, outfitnya sudah berbeda dengan di pondok.

Seingatku ketika di pondok, ia terkesan pintar, jadi ketua osis dan idaman temen-temen ceweknya. Setelah SMA memakai outfit anak punk. Yah, itu semua pilihan.

Yang paling terkesan dan aku ingat karena dia pernah kasih kalung silver nama ALFA [gabungan nama kami]. Semoga sehat-sehat selalu ya, Dek. Selalu dalam lindungan Allah...)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilu di Persimpangan

  Pilu di Persimpangan By : Fafa Jamilea Selalu malam yang kurindu Sejak dua purnama lalu Demikian janjimu Agar kita kembali bersatu Di sini kumampu merebah luka Sampai batas menghirup setetes asa Sambil mencerna walau masih belia Apa dosa yang kureka Gemintang menelisik kelam manja Terseok menuju persimpangan kota Langkah berat penuh tenaga Menjemput asaku dengan segera Hanya pekik histeris yang kuramu Menemui raga serupaku Yang bersimbah merah tercecer sayu Seketika lenguh menyerang kalbu *** Tuban, 31 Oktober 2018 Fa | Pecinta dunia fiksi *Masuk ANTOLOGI PUISI dengan judul buku ARAH YANG BERBEDA* (Kayaknya ini puisi pertamaku sejak hobi ikut event deh, ah lupaa. Sepertinya iya. Pertamaa, karya pertamaaa dengan nama pena akyu yang imyut lucyu manjahhh Fafaa)

DAPATKAH?

Oleh : Fafa Jamilea Judul : Dapatkah? Jika langit sering menumpahkan hujan lari Bila bulan juga menghalangi Bintang pun tak mampu bekerlip kembali Di mana aku bisa melihat rasimu lagi Yang kutahu, jodoh cerminan diri Seiring waktu, tak semua hal kita sepakati Aku, sibuk menjelajahi Egomu tak kunjung menyadari Tentang rasa yang mulai pasai Tentang hasrat yang perlahan basi Tentang cinta yang kian mendekati mati Bangkitkan dengan sebuah nurani Kamu, dapatkah mengerti? Aku yang ingin dihargai Mampukah sebagai suami Walau satu abad harus kunanti Tuban, 05 Januari 2019 (Puisi ini masuk di NOVEL nya ANNA NOERHASANAH dengan judul CERMIN) Awal mulanya Mbak Anna asal Malang yang imut comel itu mau launching novel, maka beliau mengadakan event puisi bertemakan sesuai isi novel. Aku sebenarnya gak minat ikut, tapi karena aku dekat dengan beliau, aku buat lah. Dan jurinya gak main-main loh. Yaitu Ibuk Nei Mar terkenal senior literasi di KBM. Aku ga nyangka ternyata juri memilih puisiku sebagai pem...

Kotak Kenangan

 Judul : Kotak Kenangan Oleh : Fafa Jamilea Di bangunan gubuk sepetak Tercipta harmoni yang semerbak Saling menjaga kontak Damai walau sesak Pagi beranjak Menuju jalan setapak Hendak bersenang di batang tak beriak Siang menjelang, asyik bermain congklak Bila malam mulai menginjak Bersiap menyalakan lampu minyak Riuh suara katak Menjelma hiburan setiap detak Sekarang, hanya berbekas jejak Memungut kenangan yang berserak  Ditulis pada sebait sajak Masuk ke dalam sebuah kotak Tuban, 28 Desember 2018 (Aaah Fafa rindu masa kecil. Maen-maen ke kampung etan. Naik turun gampeng. Nyebur kali, 'ngundoh' buah nangka sama Pak'e. Nanem pohon jati dan turi.... Uuuh. Semoga Allah berikan nikmat kubur buat Pak'e...)